Kota Bima, Timurheadlinenews_
Tim 2 Pendamping Inovasi BRIDA Kota Bima mengunjungi dua satuan Kerja (satker) lingkup Kota Bima dalam rangka pendampingan Inovatave Government Award (IGA) yakni program penilaian dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam rangka memberikan penghargaan kepada daerah yang memiliki inovasi. Tim yang dipimpin oleh salah seorang Peneliti BRIDA, Arif Hidayatullah,ST didampingi, Dahlia, SE, Abdian Rizal, SE dan juga staf lain itu mengunjungi PKM Paruga dan Dinas Koperindag Kota Bima.
Tim mengawali kunjungan mereka di PKM Paruga, diterima olerh kepala PKM, dan sejumlah staf yang merupakan innovator beberapa program, di PKM ini ada sekitar 6 inovasi yang akan didampingi dalam kaiatnnya keikutsertaan mereka penilaian IGA. “Kita akan berupaya memberikan pendampingan bersama untuk suksesnya IGA, yang kita upayakan adalah memperbanyak inovasi dari berbagai satuan kerja,” ujar Dayat Sapaan Akrab Arif Hidayatullah.
Ia mengaku telah mendata sejumlah inovasi dari semua OPD yang ada di Kota Bima dan membagi tim pendamping dari BRIDA berdasarkan kebutuhan. “Pembagian tugas pendampingan ini setelah menggelar rapat bersama pak Kepala BRIDA dan staf, dan Kita siap membantu para innovator dan mendampingi dalam kesulitan dalam penginputan data,” ujar dia.
Sementara di Dinas Koperindag Kota Bima, tim diterima oleh Kepala Bidang Koperasi UMKM, Rafik di ruangannya.
Di Dinas tersebut sebenarnya banyak sekali inovasi yang telah disiapkan, namun Rafik mengaku menfokuskan hanya dua inovasi untuk diikutkan dalam IGA 2023. Inovasi yang dimaksud Rafik di antaranya SLIP, yakni inovasi berbasis web yang menghimpun data semua koperasi dan keanggotaanya. “Dasar pemkiran munculnya inovasi ini adalah agar anggota koperasi tidak melakukan pinjaman dobel, aplikasi SLIP mirim dengan SLIP di Bank Indonesia,” bebernya.
Kemudian Inovasi yang baru saja dikembangkan adalah Wira Usaha Masuk Kampus, inovasi ini dibuat untuk mendata dan memberikan kemudahan mahasiswa yang selesai kuliah menciptakan lapangan kerja. “Karena Kita tahu pengangguran di tingkat ini lumayan banyak, dan Kita berusaha memberikan kemudahan bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan, dengan cara memberikan pelatihan maupun kursus serta pendanaan,” ujarnya.
Sedangkan inovasi yang lain yang baru saja akan dikembangkan adalah data penerima bantuan, inovasi ini sedang dikerjakan dengan dasar pemikiran banyak kelompok usaha yang mendapatkan lebih dari sekali bantuan, sehingga aliran bantuan dinilai tidak efektif. “Kita akan hindari adanya bantuan doble dalam program yang sama, ini sering terjadi, inovasi ini baru saja kita kembangkan,” bebernya.
Ia menyatakan perlunya ada kesamaan data penerima bantuan dari sejumlah OPD yang menggarap kelompok usaha untuk menghindari pemberian bantuan doble tersebut. (tim)












Komentar