Kota Bima, Timurheadlinenews_
Tim survey Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Selasa, (14/5/2026) mengunjungi Kelurahan Tanjung Kota Bima. Kehadiran mereka guna memastikan kesiapan lahan yang rencananya Kampung Nelayan sebagai pusat penggerak pusat ekonomi nelayan. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Lurah Tanjung Irwan, S.Sos, Ketua Koperasi Merah Putih, M Haris, ST dan sejumlah masyarakat Nelayan.
Ketua tim Survey KKP, Taufik Atmaja yang didampingi Kepala Dinas Diskanlut Kota Bima, Junaidin, ST, menyatakan, kunjungan pihaknya sebagai tim survey KKP di Keluarahan Tanjung kali ini guna mamastikan kesiapan lahan yang telah direkomendasikan sebagai pusat kegiatan ekonomi Nelayan, lahan yang dipilih Adalah eks TPI di Kelurahan tersebut dengan total luas 6,5 Hektare (ha), meski luas minimal yang dibutuhkan dalam rencana Pembangunan Kampung Nelayan sekitar 1 Ha, namun Diskanlut menyiapkan 1,5 Ha di lokasi tersebut. “Kalau untuk kesiapan lahan terlihat sangat memenuhi syarat,” ujar Taufik
Kendati demikian, pihaknya hanya melakukan survey, untuk masalah Pembangunan akan ada tim berikutnya yang akan menghitung semua kebutuhan, termasuk gambar dan perencanaan lain. “Nanti akan ada tim perencana yang melakukan survey serta menghitung kebutuhan apa saja yang akan dibangun,” ujarnya.
Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) adalah program strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui perbaikan infrastruktur, pemukiman, dan pemberdayaan ekonomi. Program ini menetapkan 65 lokasi di seluruh Indonesia (Aceh hingga Papua) untuk modernisasi kawasan, penguatan kelembagaan, serta peningkatan produktivitas nelayan dan UMKM hasil laut.
Sementara itu Kepala Diskanlut Kota Bima, Junaidin,ST, menyatakan, dipilihnya eks TPI sebagai pusat kegiatan ekonomi Kampung Nelayan dikarena legalitas lahannya memenuhi syarat, selain memeriksa legalitas lahan yang diajukan tersebut tim juga akan mendata jumlah nelayan di wilayah tersebut berikut kendala yang mereka hadapi dalam setiap aktivias mereka. “Jadi Pembangunan KNMP pada prinsip dasarnya adalah sebagai uopaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan memberikan mereka faslitas yang memudahkan dalam beraktivitas dengan dibuatkan satu sentra ekonomi,” paparnya.
Di dalam Program KNMP ini akan ada berbagai macam aktivitas ekonomi dengan menyediakan fasilitas pendukung, di antaranya Pembangunan colt Storage, pabrik pembuatan es batu, serta SPDN (Solar Packed Dealer Nelayan). Rencana pembuatan semua Fasilitas tersebut dipusatkan dalam satu Lokasi demi memudahkan para nelayan mengakses kebutuhan mereka dalam aktivitas kesehariannya sebagai nelayan. “Kita berharap rencana ini akan berjalan sukses dan hasil survey ini betul betul akan terealisasi pada pembangunan ke depannya demi meningkatkan kesejahteraan Masyarakat Nelayan Kita di Kota Bima khususnya di dua kelurahan Kolo dan tanjung,” harapnya.
Sebelumnya tim survey KKP telah berkunjung di Kelurahan Kolo yakni wilayah ujung Utara Kota Bima di sana tim juga disambut oleh sejumlah ketua kelompok nelayan serta anggota DPRD Kota Bima Dapil Asakota duta PAN Sudarmono serta Lurah Kolo, Musmuliadi, S.Sos.(tim)











