Kota Bima, Timurheadlinenews_
Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Tanjung Kota Bima, Muhammad Haris,ST, mendukung penuh upaya pemberdayaan para nelayan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.
Hal itu disampaikan oleh Haris saat mendampingi tim Survey KKP di Kelurahan Tanjung bersama Lurah setempat Irwan, S.Sos, dan perwakilan nelayan, Selasa, 14 April 2026.
Pria yang akrab disapa Angga ini menyebut beberapa masalah yang dihadapi berkaitan dengan aktivitas nelayan saat ini, terutana menyangkut kebutuhan Bahan Bakar Mesin perahu dan es batu, meskipun di eks TPI ada pabrik es batu, namun tidak semua nelayan bisa mendapatkannya. “Karena produksi mesin terbatas, kebanyakan mereka membuatnya sendiri dengan kulkas di rumah,” jelasnya.
Jika Konsep KNMP Tanjung yang diusulkan itu terealisasi, semua aktivitas ekonomi akan terpusat dan tertata dengan baik, sehingga diharapkan akan mampu mendorong peningkatan pendapatan para nelayan yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan.
Rencananya di lokasi tersebut akan dibangun pelabuhan sebagai tempat sandar perahu nelayan maupun tempat pengisian bahan bakar. “Akses bongkar muat akan lebih cepat,”
Ia menyebut, terdapat sekitar 170 KK di Kelurahan Tanjung yang mata pencaharian mereka bergantung pada aktivitas di laut, kebanyakan para nelayan di kelurahan tersebut adalah Nelayan tangkap, tidak seperti di Kelurahan Kolo yang kebanyakan memiliki Perahu Bagang. “Nelayan di sini bergantung pada hasil pancing,” ujarnya.
Konsep Koperasi Merah Putih di Tanjung menurutnya tidak hanya menyentuh kebutuhan alat tangkap bagi para nelayan, namun juga menyediakan pendanaan dalam bentuk simpan pinjam bagi anggotanya. “Karena hadirnya koperasi Kampung Nelayan utamanya akan mengurangi ketergantungan nelayan terhadap rentenir,” tegas dia.
Di sisi lain, dipilihnya eks TPI sebagai lokasi pusat aktivitas ekonomi Kampung Nelayan akan menyasar juga sebagai pusat kuliner, dimana ikan hasil tangkapan bisa langsung dijual dalam bentuk makanan cepat saji, bahkan bisa sebagai tempat wisata kuliner. “Jadi ada peningkatan secara ekonomi untuk para nelayan maupun warga,” jelasnya.(tim)












